Kehadiran seorang anak adalah kebahagiaan keluarga. Seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SWT, disunahkan untuk melakukan aqiqah dengan menyembelih hewan pada hari ketujuh, atau hari lainnya serta mencukur rambutnya,sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.
Prosesi aqiqah dilakukan dengan melakukan penyembelihan hewan kambing atau sapi yang kemudian dibagikan kepada keluarga maupun tetangga.
Seperti dikutip dari laman almunawwar.or.id, aqiqah adalah sunnah Rasul yang didefinisikan sebagai penyembelihan hewan dalam rangka penebusan seorang anak. Sebagaimana hadits riwayat Abu Dawud No:1522, tubuh seorang anak itu tergadaikan sampai ia di-aqiqah.
Berkaitan dengan penyembelihan hewan ternak, ada aqiqah dan kurban. “Mana yang harus saya dahulukan, aqiqah atau berkurban? Bisakah aqiqah dibarengkan dengan kurban?
Tidak sedikit orang yang masih bingung membedakan dasar hukum aqiqah dan berkurban. Mengingat keduanya berkaitan dengan proses penyembelihan hewan ternak, sehingga tidak jarang mereka menyatukan kedua prosesi tersebut. Sebenarnya, apa sih yang membedakan aqiqah dan kurban?
Melansir laman nucare.id, aqiqah dan kurban merupakan dua hal yang berbeda. Secara objek, hukum Islam menetapkan objek hukum berkurban adalah orang (dewasa) yang memiliki kelebihan harta, sehingga pahalanya diberikan untuk dirinya sendiri atau orang yang ditanggung nafkahnya.
Sedangkan aqiqah, objek hukumnya adalah orang tua yang baru memiliki anak, sehingga pahalanya diberikan kepada orang tua tersebut.
Perbedaan lain dapat dilihat dari segi pelaksanaannya. Baiknya, aqiqah dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran sang buah hati. Namun, jika tidak memungkinkan di hari ke-7, aqiqah ini bisa dilaksanakan pada hari ke-14 atau ke-21. Sementara itu kurban dilakukan hanya pada saat hari raya Idul Adha.
Lantas, bagaimana jika ada orang yang melakukan aqiqah dan kurban secara bersamaan? Bagaimanakan hukumnya?
Masih mengutip dari laman nucare.id, ulama Syafiiyyah memiliki perbedaan pendapat mengenai hal ini.
Menurut Imam Ibnu Hajar Al Haitami, jika seseorang melakukan aqiqah dibarengi dengan kurban, maka ia hanya mendapatkan pahala salah satunya saja. Sedangkan menurut Imam Romli, orang tersebut bisa mendapatkan pahala keduanya jika mengucapkan niat aqiqah sambil melakukan kurban di antara tanggal 10-13 Dzulhijjah.
Pendapat berbeda juga datang dari Ibnu Hajar Al Asqalani. Menurutnya, apabila penyembelihan bertepatan dengan waktu qurban, maka cukup diniatkan kurban saja. Hal itu sudah mencukupi tuntutan sunah aqiqah seseorang.
Tata Cara Aqiqah
Aqiqah bukan sekadar prosesi penyembelihan kurban, ya. Di dalamnya terdapat banyak sekali tata cara yang harus dijalankan.
Waktu pelaksanaan aqiqah
Dimulai dari waktu pelaksanaannya, seperti telah disebutkan di atas, aqiqah sebaiknya dilakukan pada hari ke-7, hari ke-14, atau hari ke-21. Namun, kewajiban pelaksanaan aqiqah ini dianggap gugur jika seseorang benar-benar tidak mampu atau dalam kondisi ekonomi yang sangat tidak memungkinkan.
Setelah waktu pelaksanaan ditentukan, proses/pembiayaan aqiqah menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya. Namun, jika dalam prosesnya terjadi sesuatu yang tidak memungkinkan bagi orang tua untuk membiayai aqiqah, orang lain seperti kakek dan lainnya bisa melakukannya, sebagaimana kalangan ulama Syafii berpendapat bahwa prinsipnya yang bertanggung jawab ihwal aqiqah adalah orang yang menafkahi sang anak. Sebagaimana Hasan dan Husein pada saat lahir yang mengaqiqahi adalah kakeknya, yakni Rasulullah Muhammad SAW.
Lantas, bagaimana dengan orang tua belum mampu mengaqiqahkan anaknya padahal sang anak sudah baligh?
Mengutip penjelasan dari almunawwar.or.id, anak yang sudah baligh namun belum diaqiqahi oleh orang tuanya maka anak tersebut sunnah melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri dan kesunnahan orang tuanya untuk mengaqiqahkan anak tersebut telah gugur.
Hewan aqiqah
Kambing atau domba merupakan hewan yang biasa digunakan untuk aqiqah. Sebelum memilih hewan aqiqah, pastikan Anda mengetahui syarat hewan aqiqah tersebut.
- Cukup umur (minimal 6 bulan)
- Tidak cacat (buta, sakit, pincang, atau terlalu kurus)
- Jumlah hewannya tergantung pada jenis kelamin anak. Jika Anda melahirkan anak laki-laki, dibutuhkan 2 ekor hewan aqiqah. Sedangkan anak perempuan hanya satu ekor saja.
Mengapa jumlah hewan aqiqah antara anak laki-laki dan perempuan berbeda?
Hal itu dikarenakan diyatnya anak perempuan separuh dari diyatnya anak laki-laki. (almunawwar.co.id)

Setelah memilih hewan aqiqah, penyembelihan pun bisa mulai dilakukan. Adapun bacaan doa saat menyembelih hewan aqiqah adalah sebagai berikut.
Bismillahi wallahu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu… (sebutkan nama bayi)
Menu Masakan Aqiqah
Setelah proses penyembelihan hewan aqiqah, biasanya daging hewan aqiqah akan dimasak dengan berbagai macam variasi masakan. Misalnya, sate, gulai, atau pun nasi kebuli. Namun, jika Anda ingin membagikan daging aqiqah dalam kondisi mentah atau belum diolah pun tidak ada masalah. (Sumber: islam.nu.or.id)
Orang yang melakukan aqiqah dan keluarganya disunnahkan untuk mengonsumsi hasil aqiqah tersebut. Sedangkan sepertiganya bisa dibagikan kepada tetangga atau fakir miskin.
Saat ini sudah jamak dalam ibadah aqiqah lebih mengutamakan penyajian masakan yang sudah diolah. Para calon shohibbul hajat pun tidak saja jeli dalam memilih kambing yang akan diaqiqahkan. Soal masakan mereka pun kian pandai dalam memilih katering untuk aqiqah. Sebab urusan lezat dan enak menjadi patokan lain sebagai bagian dari menghormati para tamu di acara aqiqah, tetangga, dan fakir miskin.
Sebagai rujukan kami menu masakah aqiqah, jasa katering Aqiqah Laka-laka memberikan menu olahan dari daging kambing terbaik yang langsung dimasak oleh chef dari Sate Tegal Laka-laka. Insya Allah kenikmatan dan kelezatannya tetap sama seperti di outlet Sate Tegal Laka-laka.
BACA JUGA:
Merencanakan Ibadah Aqiqah, Ini Tips Bagi Pasangan Muda
Memberi nama dan mencukur rambut bayi
Kalau Anda pernah menghadiri acara aqiqahan, tentu Anda akan melihat prosesi pemberian nama dan mencukur rambut bayi.
Pemberian nama bayi haruslah mencerminkan arti yang baik dengan harapan nama yang baik itu nantinya akan mencerminkan perilaku yang baik pula terhadap Allah SWT dan sesamanya.
Mengutip almunawwar.or.id, memakai nama nabi atau malaikat tidaklah makruh, bahkan nama nabi Muhammad memiliki keutamaan di dalamnya. Namun, haram hukumnya jika menamai anak dengan nama rajanya para raja, qodhinya para qodhi, hakimnya para hakim, abdun nabi (hambanya nabi), dan jarulloh (tetangganya Allah).
Selanjutnya, prosesi yang tidak ketinggalan adalah mencukur rambut bayi. Tidak ada pembahasan khusus tentang proses mencukur rambut bayi ini. Namun, pencukuran sebaiknya dilakukan secara merata.
Pada saat mencukur rambut bayi, jangan lupa ucapkan doa terbaik bagi si buah hati yang berbunyi:
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Allahumma nurus samawati wa nurusy syamsi wal qamari. Allahumma sirrullahi nurun nubuwwati Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wasallam walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.
Setelah mencukur dan membaca doanya, hal selanjutnya yang biasa dilakukan adalah meniup ubun-ubun bayi seraya membaca doa berikut:
Allahumma inni u’idzuha bika wa dzurriyyataha minasy syaithanir rajim.
Disusul kemudian dengan doa walimah Al-‘Aqiqah.
Allahummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyani wa min jami’is sayyiati wal ishyani wahrishu bihadlanatika wa kafalatika al-mahmudati wa bidawami inayatika wa ri’ayatika an-nafidzati nuqaddimu biha ‘alal qiyami bima kalaftana min huquqi rububiyyatika al-karimati nadabtana ilaihi fima bainana wa baina khalqika min makarimil akhlaqi wa athyabu ma fadldlaltana minal arzaqi. Allahummaj’alna wa iyyahum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur’ani wa la taj’alna wa iyyahum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolami wath thughyani.
Artinya:
“Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”
Hikmah Aqiqah
Sejatinya, akan selalu ada hikmah di balik setiap perbuatan. Pun saat Anda melakukan aqiqah. Nah, berikut ini adalah beberapa hikmah yang bisa Anda dapatkan setelah melakukan aqiqah.
- Mengikuti dan meneladani sunnah Nabi Muhammad saw
- Mengungkapkan rasa syukur terhadap Allah SWT atas karunia-Nya berupa buah hati
- Mempererat tali silaturahim
- Berbagi kebahagiaan dengan sanak saudara dan orang lain
Selamat menyiapkan ibadah sunah aqiqah untuk buah hati dan keluarga tercinta.
BACA ARTIKEL LAIN: Seputar Ibadah Aqiqah
Sumber:
https://islam.nu.or.id/post/read/82851/doa-doa-yang-dibaca-saat-bayi-dalam-kandungan
https://nucare.id/news/dahulukan_aqiqah_atau_qurban_begini_penjelasannya
https://nucare.id/news/bagaimana_hukum_qurban_dan_aqiqah_bersamaan
https://islam.nu.or.id/post/read/74371/amalan-yang-dibacakan-untuk-perempuan-yang-hamil-tua
http://www.almunawwar.or.id/selengkapnya-mengenai-perihal-tentang-doa-aqiqah-serta-hukum-dan-tata-caranya/
https://www.merdeka.com/jatim/tata-cara-aqiqah-tuntunan-dan-hukumnya-menurut-islam-kln.html?page=3
https://islam.nu.or.id/post/read/124240/hukum-membagikan-daging-aqiqah-segar
https://islam.nu.or.id/post/read/83091/doa-doa-seputar-aqiqah
